KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Kampung Rejobasuki menggelar
peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 dengan penuh semarak. Dengan mengusung
tema “Membangun Deso Guyub Rukun Agawe Santoso Gemah Ripah
Lohjinawi”,
kegiatan ini dilaksanakan lima tahun sekali dan menjadi momentum penting bagi
masyarakat untuk mempererat persatuan serta mengenang perjalanan sejarah
kampung.
Acara puncak peringatan HUT Kampung Rejobasuki dibuka
secara resmi oleh Bupati Kutai Barat yang diwakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan,
dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I), Erik Victory.
Dalam sambutannya, Plt. Asisten
I Erik Victory menekankan pentingnya
bersyukur atas pembangunan desa yang tidak hanya terfokus pada infrastruktur,
tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan,
pendidikan, kesehatan, serta pelestarian budaya dan lingkungan.
Sejarah berdirinya Kampung Rejobasuki turut disampaikan
oleh Kepala Adat, Purwo. Ia
menceritakan bahwa kampung ini bermula dari program transmigrasi pada tahun
1965, dengan 72 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa yang diberangkatkan dari
Jawa ke Kalimantan. Meski saat itu perhatian pemerintah terbagi karena situasi
politik nasional, para transmigran tetap bertahan berkat bantuan masyarakat
sekitar dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
Rangkaian kegiatan HUT semakin meriah dengan digelarnya
berbagai lomba, seperti turnamen sepak bola antar-RT dan lomba kebersihan
tingkat RT. Sebagai bentuk penghormatan, panitia juga memberikan penghargaan
kepada tiga orang generasi pertama yang masih ada hingga kini. Momen haru
terasa saat dilakukan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai simbol
rasa syukur dan kebersamaan.
Acara puncak pada malam hari ditutup dengan hiburan
rakyat berupa penampilan musik langsung dari artis ibu kota, Diandra Ayu, yang
semakin menambah semarak perayaan HUT Kampung Rejobasuki ke-60.
Peliput
: Arsenius
Penulis : Arsenius